Apa itu ADHD? ADHD singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. ADHD di Amerika dianggap sebagai sebuah penyakit. Psikolog biasanya akan memberikan obat stimulan bagi penderita ADHD. Tapi tidak semua setuju jika ADHD dianggap sebagai penyakit. Mereka yang memiliki ADHD biasanya punya ciri-ciri konsentrasi mudah terganggu, berbicara tanpa memikirkan perasaan lawan bicara (apa yang ada di kepala langsung keluar dari mulut tanpa dipikirkan), mudah marah (short temper), lebih kreatif, banyak bicara (bisa bicara dari sabang hingga merauke), lebih suka bergerak daripada diam. Apakah itu olahraga atau berkegiatan seperti main komputer. Nonton film berdurasi panjang biasanya bukan hobi orang ADHD karena dituntut untuk diam dan memerhatikan sesuatu untuk waktu yang cukup lama. Saya memiliki ciri ADHD yang satu ini. Sekarang saya faham kenapa saya gak pernah ke bioskop hingga kuliah. Mereka yang memiliki ADHD juga dicirikan dengan jarang menyelesaikan tugasnya karena mudahnya konsentrasinya terpecah. Sehingga mereka sering tidak masuk rangking di sekolah “biasa”.

scanner ljk membantu anak ADHD

Saya baru tahu jika saya memiliki ADHD setelah bertemu seorang guru dari Australia. Setelah beberapa kali berdiskusi soal beberapa topik, tiba-tiba dia langsung tebak bahwa sepertinya saya punya ADHD. Beliau bercerita kalau di Australia semua guru diajarkan tentang ADHD sehingga bisa mendeteksi muridnya yang memiliki ADHD. Setelah berdiskusi sedikit soal ADHD dengan beliau, saya mencari literatur di internet soal ADHD. Tapi saat saya baca beberapa artikel ADHD ini benar-benar menyeramkan. Seperti sebuah penyakit yang sangat buruk layaknya HIV. Keesokan harinya, saya bertanya lagi ke guru ini soal ADHD. Bagi beliau ADHD bukanlah penyakit. Ini hanyalah keunikan manusia. Beliau juga menyarankan untuk hati-hati membaca artikel ADHD di internet. Kita harus tahu siapa yang menulis dan apa tujuannya.

Beliau meminta saya untuk mengikuti tes untuk menguji apakah saya memang benar-benar punya ADHD di http://psychcentral.com/quizzes/adultaddquiz.htm. Hasilnya 78% saya punya ADHD. Tapi apa sih sebenarnya ADHD? Beliau menerangkannya seperti ini : Jika diibaratkan isi otak kita adalah on/off switch lampu, pada orang normal jika tombol A ditekan maka lampu A akan nyala dan jika tombol B ditekan maka lampu B akan nyala. Hal ini tidak terjadi di mereka yang ADHD. Saat tombol A yang ditekan, yang nyala bisa saja lampu D dan jika lampu B yang ditekan yang nyala lampu Z. Seperti itulah kira-kira otak orang ADHD. Kabel lampunya semwarut.

ADHD bukanlah sebuah penyakit yang perlu ditakuti dan diobati. Sebenarnya tidak ada obat ADHD. Kalaupun ada hanya mengurangi hiperaktifnya. Tapi beberapa penderita ADHD yang diwawancarai, setelah minum obat itu mereka juga kehilangan sisi kreativitas mereka selain sifat hiperaktifnya. ADHD tidak perlu diobati, tapi dididik dengan cara yang berbeda dengan pendidikan disekolah biasa.

Ada sebuah cerita di Australia dimana seorang anak umur 13 tahun tidak bisa duduk diam dan mengerjakan soal saat ujian. Sewaktu ujian berlangsung, setelah 5 menit duduk dia akan lari keluar kelas dan tidak kembali. Sehingga nilainya selalu F. Karena gurunya faham kalau dia ini ADHD, maka gurunya akhirnya bilang ke si anak, “Mau gak ibu guru bacakan soalnya, kemudian kamu jawab dan ibu akan tuliskan jawabanmu?”. Anak tersebut setuju. Menariknya nilai anak ini setelah ujian dengan cara ini, nilainya selalu A dan paling pintar disekolah. Murid ADHD bukanlah orang bodoh atau idiot. Hanya saja seringnya mereka tidak bisa mengikuti sistem pendidikan “normal”.

Bagi orang tua, anda harus tahu apakah anak anda memiliki ADHD. Jika anak anda baru berumur 2 hingga 8 tahun dan hiperaktif itu belum tentu dia memiliki ADHD. Tapi jika diatas 7 tahun hingga 14 tahun bisa dilakukan pengamatan apakah dia ADHD. Biasanya ADHD terbawa hingga dewasa. Tapi saat dewasa sebagian penderita ADHD sudah menemukan solusi dari beberapa gangguan ADHD. Sehingga kadang sulit untuk dideteksi. Tapi ciri-ciri umumnya biasanya masih terlihat. Sebagian orang yang punya ADHD kesulitan menyelesaikan tugas, misalnya, laporan sekolah, PR, bersihkan kamar setelah disuruh, dll. Dia mulai, tetapi di tengah jalan berhenti dan pindah fokus pada tugas yang lain. Tugas pertama tidak diselesaikan. Ini hanya satu gejala. Ada orang yang punya, ada yang tidak. Ada yang parah dan ada yang kadang seperti ini, tetapi tidak selalu. Orang tua perlu tahu anaknya ADHD atau tidak, karena kadang anak ADHD jarang bisa menyelesaikan PRnya bukan karena malas, tapi karena dia tidak tertarik dengan mata pelajarannya atau konsentrasinya terpecah ke kegiatan lain yang lebih menarik baginya. Kadang orang tua langsung memarahi anaknya dengan bilang “kamu pemalas”, “kamu bodoh”, atau yang lainnya. Nah perkataan tadi bisa menyebabkan si anak bingung apa yang salah dengan dirinya. Atau biasanya suka bicara apa adanya. Misalnya ibunya lagi pake baju baru dan tiba-tiba saja anaknya bilang “baju mama jelek”. Sang ibu bisa saja menangis karena hal ini. Tapi si anak tidak sadar apa yang baru saja dia ucapkan. Spontan terucap. Inilah ADHD, apa yang ada dikepala langsung keluar dari mulut. Jadi orang tua dan guru harus mengetahui hal-hal ini demi masa depan si anak. Kalau sudah dewasa, mungkin sebagian dari gejala sudah berkurang karena dan tidak begitu terasa lagi, karena sebagai orang dewasa, mereka sudah belajar untuk menyesuaikan diri, dan bisa mengatasinya. Gejala itu tidak hilang sebenarnya, tetapi mereka sudah belajar untuk mengatasinya sendiri

Ada yang bilang penderita ADHD hanya punya 2 pilihan hidup. Super sukses atau berakhir di penjara. Bagi penderita ADHD tidak ada pilihan ditengah-tengah atau mediocre results. Ada sebuah cerita di Australia, seorang bapak-bapak berumur 50 tahun datang ke dokter untuk menanyakan apa yang salah dengan dirinya. Karena dia sudah mengalami 4 kali perceraian dan 20 kali pindah kerja. Dia menangis saat tahu bahwa akar masalahnya adalah ADHD. Hidupnya hancur berantakan katanya hanya karena dia tidak tahu apa yang salah dengan dirinya. Dalam rumah tangga, dia sering tidak bisa kontrol apa yang dia katakan yang menyebabkan istri-istrinya sakit hati. Di dunia kerja, dia sering dipecat karena sulit menyelesaikan pekerjaan yang ternyata dia tidak suka.

Tapi disisi lain, jika penderita ADHD bisa menemukan solusi untuk mereka sendiri, mereka dapat meraih kesuksesan besar (level super). Ciri-ciri ADHD yang positif adalah biasanya mereka bisa super fokus jika menemukan sesuatu yang mereka minati. Kebalikan saat mereka tidak tertarik dengan sesuatu yang tidak mereka minati. Jika seorang anak ADHD sangat minat dengan komputer, dia bisa duduk didepan komputer hingga jam 5 subuh. Sangat fokus dan komit. Mereka juga biasanya tidak bisa menerima hasil biasa. Misalnya guru memberikan PR membuat 4 gambar peta, karena sang anak sangat suka dengan menggambar dia akan mengumpulkan tidak 4 tapi 8 gambar. Karena dia suka menggambar dan dia akan super fokus dan komit pada membuat gambar peta tersebut. Sebab itu mereka biasanya bisa jadi pengusaha super sukses. Karena mereka selalu memberikan lebih kepada pelanggan mereka.

Daftar orang-orang sukses yang punya ADHD :

Actors :

Bill Cosby, Jim Carey, Harry Belafonte, Cher, Kirk Douglas, Ann Bancroft, Dustin Hoffman, Robin Williams, Suzanne Somers, George Burns, Steve McQueen, Tracey Gold, George C. Scott, Sylvester Stallone, Whoopi Goldberg, Henry Winkler, Will Smith, Lindsay Wagner, James Stewart, Tom Smothers, Danny Glover

 

Artists :

Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Ralph Waldo Emerson

 

Athletes :

Bruce Jenner, Pete Rose, Magic Johnson (LA Lakers All Star Point Guard), Jackie Stewart (Formula 1 champion), Babe Ruth(New York Yankees Home Run King), Michael Jordan (Six time NBA Champion & Icon), Nolan Ryan, Jason Kidd (Dallas Mavericks point guard), Greg Louganis

Inventors :

Leonardo Da Vinci, Orville & Wilber Wright, Benjamin Franklin, Thomas Edison, William Wrigley, Alexander Graham Bell, Thomas Alva Edison, Christopher Columbus

 

Scholars :

Sir Issac Newton, Galileo, Albert Einstein, Louis Pasteur

 

Statesmen/Political Leaders :

Anwar Sadat, Abraham Lincoln, John F. Kennedy, Winston Churchill, Prince Charles, Dwight Eisenhauer, Robert F. Kennedy, Woodrow Wilson, Nelson Rockafeller(Anak pengusaha John D. Rockafeller), Napoleon Bonaparte.


Entrepreneurs :

Walt Disney, FW Woolworth, Andrew Carnegie, Henry Ford, Malcolm Forbes, William Randolph Hearst, Ted Turner, Sir Richard Branson, John D. Rockefeller, Steven Spielberg, Bill Gates

Jika melihat daftar diatas, maka kita akan ingat cerita Albert Einstein dan Thomas Alva Edison dianggap idiot oleh guru disekolahnya. Tapi pada akhirnya mereka punya kontribusi besar terhadap dunia. Sir Richard Branson yang DO dari SMP, membangun perusahaan Virgin Group. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa mereka yang DO dari sekolah dan menjadi pengusaha sukses bukanlah karena ilmu itu tidak penting. Tapi lebih karena otak mereka tidak bisa belajar di sistem pendidikan yang ada saat ini. Mereka ini adalah orang-orang pintar yang tidak diakui oleh sistem pendidikan. Mereka bukanlah pemalas atau anak nakal. Hanya saja mereka harus belajar dengan metoda yang berbeda dan unik.

ADHD bukanlah sebuah penyakit. Tapi sebuah keunikan yang ada dalam diri sebagian orang. Sebagai orang tua dan guru anda harus membantu mereka untuk berkembang jadi manusia yang bermanfaat dan sukses. Mungkin anda pernah baca juga bahwa saat masih muda Benjamin Franklin tidak punya teman karena dia selalu memotong temannya berbicara. Ini juga ciri ADHD yaitu tidak sabar menunggu orang lain menyelesaikan apa yang ingin disampaikannya. Jika anda suka film Percy Jackson & The Olympian, dalam cerita fiksi tersebut diceritakan Percy Jackson adalah penderita ADHD dan disleksia. Karena kedua penyakit inilah dia memiliki kelebihan dibandingkan orang lain. Sir Richard Branson, Ted Turner, dan Walt Disney selain punya ADHD juga memiliki disleksia.

Sumber : scannerperiksanilai.com